JURNAL / ARTIKEL
Aktivitas Gempabumi Lampung – Januari 2026
Penulis : Muhammad Adli Dzilfikra, S.Tr.Geof
Aktivitas Kegempaan Wilayah Provinsi Lampung Periode Januari 2026
Berdasarkan hasil pengolahan data kegempaan menggunakan perangkat lunak SeisComP, selama bulan Januari 2026 di wilayah Provinsi Lampung dan sekitarnya tercatat sebanyak 63 kejadian gempabumi dengan magnitudo berkisar antara M1,2 hingga M4,5.
Berdasarkan distribusi magnitudo, kejadian gempabumi didominasi oleh gempa dengan kekuatan kecil, yaitu 50 kejadian bermagnitudo kurang dari 3 dan 13 kejadian dengan magnitudo antara 3 hingga kurang dari 5. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik yang terjadi selama periode pengamatan relatif rendah dan bersifat mikro hingga ringan. Ditinjau dari kedalaman hiposenter, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempabumi dangkal (kedalaman < 60 km) sebanyak 59 kejadian, sedangkan 4 kejadian lainnya merupakan gempabumi menengah (60–300 km). Dominasi gempa dangkal mengindikasikan bahwa sumber gempa umumnya berkaitan dengan aktivitas tektonik kerak bumi di sekitar wilayah Lampung. Berdasarkan jarak episenter terhadap Stasiun Geofisika Lampung Utara, sebagian besar kejadian (60 gempa) berada pada jarak episentral relatif dekat (≤ 2°), yang menunjukkan aktivitas seismik lokal lebih dominan dibandingkan aktivitas regional jauh. Selama bulan Januari 2026 tercatat 1 (satu) kejadian gempabumi dirasakan, yaitu pada 9 Januari 2026 pukul 14:35:11 WIB dengan magnitudo M4,5 pada kedalaman 23 km, berlokasi di darat sekitar 54 km Barat Daya Pesisir Barat, Lampung. Gempabumi ini dirasakan di Bengkunat dengan intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat melintas), serta di Sekincau, Liwa, dan Suoh dengan intensitas II MMI (dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan bergoyang). Hingga periode laporan, tidak terdapat laporan kerusakan akibat gempabumi tersebut. Secara spasial, sebaran episenter menunjukkan konsentrasi kejadian berada di wilayah Pesisir Barat, Tanggamus, dan Lampung Barat, baik di darat maupun di perairan lepas pantai barat Sumatra. Pola ini mencerminkan pengaruh aktivitas tektonik zona subduksi di barat Sumatra serta respon struktur patahan lokal di daratan Lampung. Aktivitas gempa berulang dengan magnitudo kecil yang terkonsentrasi di beberapa lokasi daratan, khususnya sekitar Tanggamus dan Lampung Barat, mengindikasikan adanya aktivitas sesar lokal yang masih aktif. Karakter gempa yang dangkal, berkekuatan kecil, dan terjadi berkelompok merupakan ciri pelepasan energi secara bertahap (stress release) pada struktur patahan lokal, sehingga belum menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan.
Kesimpulan: Selama Januari 2026, aktivitas kegempaan di Provinsi Lampung tergolong rendah hingga sedang, didominasi gempa kecil dan dangkal yang berkaitan dengan interaksi subduksi dan aktivitas sesar lokal. Hanya satu gempa dirasakan tanpa menimbulkan kerusakan, sehingga kondisi kegempaan secara umum masih dalam batas normal dan belum menunjukkan indikasi peningkatan aktivitas tektonik yang signifikan.
-
Seimisitas Gempabumi WIlayah Lampung Periode Bulan Januari 2026
23 Feb 2026
-
Kunjungan Guru-Guru IPS Kab. Lampung Tengah ke Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung
16 Feb 2026
-
Kunjungan SMP Ibnu Rusyd Kotabumi ke Stasiun Geofisika Lampung Utara
11 Feb 2026
-
Kunjungan SD Alam Al-Karim Bandar Lampung ke Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung
11 Feb 2026
-
Kunjungan SMP Wellington Bandar Lampung ke Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung
06 Feb 2026
- SYSTEM USABILITY EVALUATION OF THE DIGITAL AUTOMATIC WEATHER SYSTEM AT BMKG LAMPUNG PROVINCE 19 Feb 2026
- Estimasi Jarak Pandang Meteorologi di Bandar Udara Menggunakan Metode Back Propagation dan CNN 19 Feb 2026
- Aktivitas Gempabumi Lampung – Januari 2026 31 Jan 2026
- Analisis Cuaca dan Iklim terkait kejadian banjir di Krui, Pesisir Barat 09 Sep 2025
- Penerapan Jaringan Saraf Tiruan / JST (Backpropagation) untuk Prakiraan Cuaca di Bandar Udara Radin Inten II Lampung 20 May 2025